RSS

Entertainment

Welcome To ” Baturai Pantun Islam ” Page

Suka ngaji

Sabtu Minggu bekerja bakti
Bersih tempat kampung halaman
Bagi kamu yang suka ngaji
Ada tempat di sisi Tuhan

Mati sebelum tobat

Asam kandis asam gelugur
Ketiga asam si riang-riang
Menangis mayat dipintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang

Maaf lahir batin

Dari rumah membawa izin
Izin paraf kepada mukmin
Minal aidzin wal faidzin
Mohon maaf lahir dan batin

Sholat Subuh

Anak ayam turun sepuluh
Mati seekor tinggal sembilan
Bangun pagi sembahyang subuh
Minta ampun kepada Tuhan

Ketuhanan

Banyak bulan perkara bulan
Tidak semulia bulan puasa
Banyak tuhan perkara tuhan
Tidak semulia Tuhan Yang Esa

Tobat

Kucing itu kakinya empat
Kalau tiga berarti cacat
Wahai kamu cepatlah tobat
Sebelum ajal datang mendekat

Welcome To ” KIsah – Kisah Islam ” Page

Siti Masyitoh

“Apa, di dalam kerajaanku sendiri ada pengikut Musa?” Teriak Fir’aun dengan amarah yang membara setelah mendengar cerita putrinya perihal keimanan Siti Masyitoh. Hal ini bermula ketika suatu hari Siti Masyitoh sedang menyisir rambut putri Fir’aun, tiba-tiba sisir itu terjatuh, seketika Siti Masyitoh mengucap Astagfirullah. Sehingga terbongkarlah keimanan Siti Masyitoh yang selama ini disembunyikannya.
“Baru saja aku menerima laporan dari Hamman, mentriku, bahwa pengikut Musa terus bertambah setiap hari. Kini pelayanku sendiri ada yang berani memeluk agama yang dibawa Musa. Kurang ajar si Masyitoh itu,” umpat Fir’aun.

“Panggil Masyitoh kemari,” perintah Fir’aun pada pengawalnya. Masyitoh datang menghadap Fir’aun dengan tenang. Tidak ada secuil pun perasaan takut di hatinya. Ia yakin Allah senantiasa menyertainya.
“Masyitoh, apakah benar kamu telah memeluk agama yang dibawa Musa?”. Tanya Fir’aun pada Masyitoh dengan amarah yang semakin meledak.
“Benar,” jawab Masyitoh mantap.
“Kamu tahu akibatnya? Kamu sekeluarga akan saya bunuh,” bentak Fir’aun, telunjuknya mengarah pada Siti Masyitoh.
“Saya memutuskan untuk memeluk agama Allah, maka saya telah siap pula menanggung segala akibatnya.”
“Masyitoh, apa kamu sudah gila! Kamu tidak sayang dengan nyawamu, suamimu, dan anak-anakmu.”
“Lebih baik mati daripada hidup dalam kemusyrikan.”
Melihat sikap Masyitoh yang tetap teguh memegang keimanannya, Fir’aun memerintahkan kepada para pengawalnya agar menghadapkan semua keluarga Masyitoh kepadanya.
“Siapkan sebuah belanga besar, isi dengan air, dan masak hingga mendidih,” perintah Fir’aun lagi.
Ketika semua keluarga Siti Masyitoh telah berkumpul, Fir’aun memulai pengadilannya.
“Masyitoh, kamu lihat belanga besar di depanmu itu. Kamu dan keluargamu akan saya rebus. Saya berikan kesempatan sekali lagi, tinggalkan agama yang dibawa Musa dan kembalilah untuk menyembahku. Kalaulah kamu tidak sayang dengan nyawamu, paling tidak fikirkanlah keselamatan bayimu itu. Apakah kamu tidak kasihan padanya.”
Mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Fir’aun, Siti Masyitoh sempat bimbang. Tidak ada yang dikhawatirkannya dengan dirinya, suami, dan anak-anaknya yang lain, selain anak bungsunya yang masih bayi. Naluri keibuannnya muncul. Ditatapnya bayi mungil dalam gendongannya. “Yakinlah Masyitoh, Allah pasti menyertaimu.” Sisi batinnya yang lain mengucap.
Ketika itu, terjadilah suatu keajaiban. Bayi yang masih menyusu itu berbicara kepada ibunya, “Ibu, janganlah engkau bimbang. Yakinlah dengan janji Allah.” Melihat bayinya dapat berkata-kata dengan fasih, menjadi teguhlah iman Siti Masyitoh. Ia yakin hal ini merupakan tanda bahwa Allah tidak meninggalkannya.
Allah pun membuktikan janji-Nya pada hamba-hamba-Nya yang memegang teguh (istiqamah) keimanannya. Ketika Siti Masyitoh dan keluarganya dilemparkan satu persatu pada belanga itu, Allah telah terlebih dahulu mencabut nyawa mereka, sehingga tidak merasakan panasnya air dalam belanga itu.
Demikianlah kisah seorang wanita shalihah bernama Siti Masyitoh, yang tetap teguh memegang keimanannya walaupun dihadapkan pada bahaya yang akan merenggut nyawanya dan keluarganya.
Ketika Nabi Muhammad Saw. isra dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, beliau mencium aroma wangi yang berasal dari sebuah kuburan. “Kuburan siapa itu, Jibril?” tanya baginda Nabi.
“Itu adalah kuburan seorang wanita shalihah yang bernama Siti Masyitoh,” jawab Jibril.

posted by UKMI AL HIDAYAH – UNJANI

Seorang Wanita dan Tukang Besi

Ketika si tukang besi sedang duduk di rumahnya melepas lelah setelah seharian bekerja, tiba-tiba terdengar pintu rumahnya diketuk orang. Si tukang besi keluar untuk melihatnya, pandangannya menubruk pada sesosok wanita cantik yang tak lain adalah tetangganya.
“Saudaraku, aku menderita kelaparan. Jika bukan karena tuntutan agamaku yang menyuruh untuk memelihara jiwa (hifdz al-Nafs), aku tidak akan datang ke rumahmu. Maukah engkau memberikan makanan padaku karena Allah?” Tutur wanita itu.
Ketika itu, memang tengah datang musim paceklik (kemarau). Sawah dan ladang mengering. Tanah pecah berbongkah-bongkah. Padang rumput menjadi tandus hingga hewan ternak menjadi kurus dan akhirnya mati. Makanan menjadi langka, maka tak pelak kelaparan melanda sebagian besar penduduk desa itu. Hanya sebagian kecil yang masih bisa bertahan.

“Tidakkah engkau tahu bahwa aku mencintaim? Akan kuberi engkau makanan, tetapi engkau harus melayaniku semalam,” kata tukang besi itu.
Si tukang besi memang jatuh hati kepada tetangganya itu. Dia merayunya dengan berbagai cara dan taktik, namun tak juga berhasil meluluhkan hati wanita itu.
“Lebih baik mati kelaparan daripada durhaka kepada Allah,” ujar wanita itu lagi sambil berlalu menuju rumahnya.
Setelah dua hari berlalu, wanita itu kembali mendatangi rumah si tukang besi dan mengatakan hal yang sama. Demikian pula jawaban si tukang besi. Ia akan memberi makanan asalkan wanita itu mau menyerahkan dirinya. Mendengar jawaban yang sama, wanita itupun kembali ke rumahnya.
Dua hari kemudian, wanita itu datang lagi ke rumah tukang besi itu dalam keadaan payah. Suaranya parau, matanya sayu, dan punggungnya membungkuk karena menahan lapar yang tiada tara. Ia kembali mengatakan hal serupa. Begitu pula jawaban si tukang besi, sama dengan yang sudah-sudah. Wanita itu kembali ke rumahnya dengan tangan kosong untuk kali ketiga.
Ketika itulah, Allah memberikan hidayah-Nya kepada si tukang besi. “Sungguh celaka aku ini, seorang wanita mulia datang kepadaku, dan aku terus berlaku dzalim kepadanya,” tutur tukang besi dalam hatinya. “Ya Allah aku bertaubat kepada-Mu dari perbuatanku dan aku tidak akan mengganggu wanita itu lagi selamanya.”
Si tukang besi itu bergegas mengambil makanan dan pergi ke rumah wanita itu. Diketuknya pintu rumah wanita itu. Tak lama berselang, kerekek…terlihat pintu terbuka dan muncullah sesosok wanita yang nampak kuyu. Melihat si tukang besi berdiri di depan pintu rumahnya, wanita itu bertanya, “Apa keperluanmu datang ke rumahku?”
“Aku bermaksud mengantarkan sedikit makanan yang aku punya. Jangan khawatir, aku memberinya karena Allah,” jawab si tukang besi itu.
“Ya Allah, jika benar apa yang dikatakannya, maka haramkanlah ia dari api di dunia dan akhirat,” tutur wanita itu seraya menengadahkan kedua tanganya ke langit.
Si tukang besi itu pulang ke rumahnya. Ia memasak makanan yang tersisa buat dirinya. Tiba-tiba secara tak sengaja bara api mengenai kakinya, namun kaki si tukang besi itu tidak terbakar. Bergegas ia menemui wanita itu lagi.
“Wanita yang mulia, Allah telah mengabulkan doamu,” ujar si tukang besi.
Seketika itu, wanita itu sujud syukur kepada Allah.
“Ya Allah engkau telah mewujudkan doaku, maka cabutlah nyawaku saat ini juga.” Terdengar suara lirih dari mulut wanita itu dalam sujudnya. Allah kembali mendengar doanya. Wanita itupun berpulang ke Rahmatullah dalam keadaan sujud.
Demikianlah kisah seorang wanita yang menjaga kehormatannya meskipun harus menahan rasa lapar yang tiada tara.Setiap muslimah mestinya dapat mengambil i’tibar (pelajaran berharga) dari berbagai kisah wanita shalihah yang telah diuraikan di muka. Merekalah yang mestinya dijadikan suri tauladan dalam kehidupan keseharian, bukan para artis yang menawarkan gaya hidup hedonisme dan materialisme

Dikutip dari buku “Bidadari Dunia Potre Ideal Wanita Muslim”, Muh. Syafi’i Al-Bantani

posted by UKMI AL HIDAYAH – UNJANI

ADA CINTA DI MASJIDKU

Usai sholat maghrib itu,
Seorang gadis kecil berjilbab merah jambu, dengan baju serasi yang juga berwarna indah
Mengendap-ngendap, menyusup melewati batas sholat laki-laki dan wanita
Mata bolanya lucu mengganggu syaraf geli di hatiku
Doapun segera kuakhirkan, melihat apa yang si lucu ini rencanakan …

Kepalanya bergerak lucu, mencari-cari sesuatu di luasnya ruang masjid
Mimik wajahnya menjadi semakin cerah, ketika sesuatu itu ternyata ditemukannya di salah satu sudut masjid
Langkahnya diayun pelan-pelan, menambah lucu wajahnya
Mengendap-ngendap, jilbabnya juga berayun dengan ritme jenaka
Senyumku semakin mengembang …, bertanya-tanya …

Sedetik, dua detik, tiga detik …
“Papaaaaah …”
Gadis kecil itu melompat memeluk sosok laki-laki yang sedang tidur-tiduran di lantai masjid.
Sang ayah sejenak kaget,
Tapi lalu menyambut hangat tubuh mungil itu dalam pelukannya.
Dan tawa keduanya pun membelah keheningan petang itu …
Dalam hangat kasih sayang di akhir Ramadhan …

Ahh, Robb, aku iri ….

posted by UKMI AL HIDAYAH – UNJANI


Si CaDaSho maning…^_^

Namanya…Hilma Wahdatul Kamilah.

Dia lahir pada hari Kamis, 17 Juli 2003 di sebuah rumah bersalin…berarti sekarang dah 3 tahun yaaa…

Gak kerasa putaran waktu begitu cepat…rasanya baru kemarin dia hadir ke dunia dengan tangisannya yg melengking tinggi, diiringi oleh selaksa do’a dari bundanya agar kelak dia selalu di lindungi oleh-NYA dan agar kelak dia bisa jadi permata kebanggaan sang bunda.

Rasanya baru kemarin, ketika dia mengeluarkan kata pertamanya…Sekarang, dia malah dah bisa diajak bicara…bahkan dah bisa “mentaushiahi” bundanya dengan celotehan – celotehannya…

Rasanya baru kemarin, ketika dia terjatuh saat mencoba langkah pertamanya…Sekarang, dia telah berlari kesana kemari tanpa pernah terlihat lelah…

Dia selalu aktif dan gak pernah diam…ada saja selalu yg dikerjakannya. Kadang berpikir mungkin dia terdiam hanya saat tidur saja…Ooo tidak, saat tidur pun dia tidak diam…dia kan menjelajahi setiap sudut tempat tidurnya…Kadang dalam tidurnya dia tersenyum dan tertawa…Subhanallah…

Aku begitu sangat mengenalnya…

Karena dia terlahir dari rahimku…dalam setiap hembusan nafasnya ada darahku…

Ya, dialah puteri kecilku…Salah satu Anugerah Terindah Dalam Hidupku…

Aku kadang memanggilnya sayang…atau cinta…atau eneng…atau kadang sholihah…atau cukup Ima saja…dan dia memanggilku Bunda atau Nda’ saja 🙂

Bagiku…dia sangat CAntik

Bagiku…dia sangat cerDAs

Dan dalam setiap doaku aku berharap selalu dia jadi anak SHOlihah…

CADASHO maning….

Cinta, maafkan bundamu yaa…yg belum bisa bersabar selalu dalam menghadapi semua kecerdasanmu…

Sayang, maafkan bundamu yaa…yg belum bisa memberikan yg terbaik bagi dirimu..

Eneng, maafkan Nda’ yaa…yg selalu meninggalkanmu dalam banyak momentum karena Nda’ mesti pergi bekerja…

Sholihah, maafkan Nda’ yaa…atas semua kekurangan bunda, dan jangan lupa doakan agar bunda bisa jadi bunda yg terbaik untukmu, selalu.

Rabbana…berikan hamba kesempatan, kemampuan, kekuatan, dan keikhlasan tuk menjadi Ibu yg terbaik bagi dirinya…

Aku ber’azzam dan akan terus berusaha tuk menjadi ibu terbaik baginya dan membesarkannya sepenuh kasihku agar kelak dia menjadi manusia yg baik dan benar di mata manusia dan dimata Rabb nya.

Wlo pun aku harus membesarkannya sendirian…Yaa,karena aku adalah single parent baginya…

Sepenuh cinta dari bunda tuk yg tercinta Hilma

posted by UKMI AL HIDAYAH – UNJANI

ANAK KERANG

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.”Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam.””Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar. Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara ;air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan “kerang biasa” menjadi “kerang luar biasa”.Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah “orang biasa” menjadi “orang luar biasa”.Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang biasa’ yang disantap orang,atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara’. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja’. So..sahabat mungkin saat ini kamu sedang mengalami penolakan, kekecewaan, kesedihan, atau terluka karena orang2 dan hal2 di sekitar kamu.Cobalah untuk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan didalam hatimu.”Airmataku diperhitungkan Tuhan..dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara2… “

posted by UKMI AL HIDAYAH – UNJANI @ 


Kumpulan Kisah / Cerita Teladan Islam

Kisah Teladan Islami

Kumpulan kisah/cerita teladan Islami yang didapat dari berbagai sumber. Jika ada kisah yang tidak sesuai atau bertentangan dengan Al Qur’an, Hadits ataupun sejarah, silakan laporkan ke kami.

//

Hits
1 40 Tahun Berbuat Dosa 31682
2 Akhir Pengembaraan 12740
3 Aku Ingin Berjuang 12344
4 Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penerima Taubat 13935
5 Antara Sabar dan Mengeluh 20815
6 Arak Menjadi Madu 9388
7 Asal Usul Kumandang Adzan 18098
8 Ayat Kursi Menjelang Tidur 16664
9 Beda Keinginan & Kebutuhan 10410
10 Berkah Sebuah Ketakwaan 8758
11 Berkat Membaca Bismillah 17617
12 Cinta Sejati Seorang Ibu Terhadap Anaknya 17918
13 Derajat Bagi Yang Memuliakan Lansia 6756
14 Dipotong Tangan Karena Memberi Sedekah 10583
15 Dulu Haram, Kini Halal 10490
16 Fatimah Az-Zahra dan Gilingan Gandum 8725
17 Gunung Yang Menangis 13137
18 Gurauan dan Canda Rasulullah 10396
19 Hak Seorang Istri 9906
20 Hebatnya Tipu Daya Syetan 9602
21 Hikmah Tinggalkan Bohong 9321
22 Jibril AS, Kerbau, Kelelawar, dan Cacing 10532
23 Juru Dakwah Yang Tidak Gentar 4826
24 Kejujuran Saudagar Permata 6427
25 Kepada Pemabuk Sekalipun Allah Tak Mengecualikan Kasihnya 5899
26 Khadijah Tul Kubrah Binti Khuwaylid 4999
27 Kisah Lima Perkara Aneh 11419
28 Kisah Pemuda Yang Bernama Uzair 8039
29 Kisah Si Pemalas & Abu Hanifah 8326
30 Kisah Tiga Pengembara 8160
31 Kisah Wali Allah Yang Shalat Di Atas Air 14699
32 Mampu Taklukkan Harimau Dengan Kesabaran 6234
33 Mangkuk Cantik, Madu Manis, dan Sehelai Rambut 7745
34 Memberi 1 Dirham, Mendapat 120.000 Dirham Dari Allah 5978
35 Memuliakan Tamu 6095
36 Menahan Lapar Karena Menghormati Tamu 5455
37 Meninggalkan Hianat, Mendapat Rahmat 4732
38 Mushab bin Umair 5344
39 Nabi Sulaiman AS dan Ratu Bilqis 8937
40 Nabi Sulaiman AS dan Seekor Semut 1 6672
41 Nabi Sulaiman AS dan Seekor Semut 2 5477
42 Pahala Membantu Tetangga dan Anak Yatim 6540
43 Pembuat Kendi dan Pengrajin Emas 6440
44 Pemuda Beribu-bapakan Hewan Babi 7082
45 Pemuda Yang Takut Dosa 8258
46 Qorun dan Nabi Musa AS 8096
47 Rasulullah dan Pengemis Yahudi Buta 7356
48 Rasulullah dan Uang Delapan Dirham 5616
49 Rezeki Allah SWT 13242
50 Sebesar Apapun Dosa, Akan Ada Jalan Untuk Bertaubat 7518
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: